Guys…. asal tahu kalo Wawancara kerja tidak selalu dilakukan secara formal. Ada juga yang melakukan wawancara dengan informal.

Biasanya, wawancara kerja secara informal dilakukan oleh pemberi kerja yang dekat dengan kita. Cara ini lumrah ketika perusahaan ingin “ membajak” pegawai perusahaan lain, apalagi yang direkrut adalah petingginya.

Orang dari perusahaan itu akan mewawancarai kandidat dengan situasi santai. Bagi yang belum pernah mengalami wawancara informal, wawancara kerja semacam ini akan terasa aneh.

Tapi, yang lebih penting lagi ketika mengikuti wawancara informal, Anda bisa mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan yang diincar. Plus, kontak personal untuk memperkuat jaringan. Jadi, jangan khawatir untuk mengikuti wawancara informal.

Masih merasa takut? Berikut ini tip wawancara informasl sebagaimana dilansir The Muse.

Jangan Takut Bertanya

Memang, sih, bertanya kepada e-mail asing atau orang yang baru dikenal terkait wawancara kerja bisa membuat sedikit tidak nyaman. Tapi, tetaplah berpikir bahwa permintaan wawancara informal ini disukai oleh banyak orang. Jadi, jangan melihat mereka sebagai panggilan yang asing. Ibaratkanlah diri Anda sebagai seorang reporter yang bertugas untuk mewawancarai orang yang tidak mereka kenal.

Lakukan Riset

Wawancara informal ini tidak berarti bisa bersantai ketika menghadapinya. Anda tetap harus meriset hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan dan jabatan yang ditawarkan. Ingat, pewawancara rela meluangkan waktunya untuk melakukan wawancara informal. Jadi, tunjukkan kemampuan Anda sebaik mungkin dan jangan sampai gagap menjawab pertanyaan yang diberikan.

Siapkan Pertanyaan

Wawancara terbaik adalah wawancara yang mengalir.  Kalau boleh jujur, wawancara yang alami lebih sering terjadi jika Anda siap. Setidaknya, siapkan satu dua pertanyaan yang akan diajukan kepada pewawancara. Misalnya, “ pekerjaannya seperti apa?” atau “ apa aspek yang menantang di pekerjaan ini”.

Atau, Anda bisa balik bertanya kepada pewawancara seputar karier, misalnya “ apa yang ada di pikiran Anda ketika bangun tidur setiap pagi?” dan “ siapa yang paling berpengaruh dalam karier Anda.” Lihat reaksi pewawancara. Jika reaksinya santai, Sahabat Dream bisa bertanya lebih banyak. Jika terlihat enggak santai, lupakan saja keinginan untuk banyak bertanya.

Tahu Waktu

Jika asyik dalam wawancara, kendalikan diri, Sahabat Dream. Jangan sampai dia dan Anda  menghabiskan waktu berjam-jam untuk wawancara. Hargai waktu pewawancara.

Perkuat Koneksi

Salah satu kesalahan terbesar pencari kerja ketika melakukan wawancara informal adalah menolak untuk menindaklanjuti. Ingat, usai wawancara kerja, usahakan selalu mengirim ucapan terima kasih. Sikap ini akan membuat Anda merasa lebih baik dan memperlebar pintu komunikasi dengan pewawancara kerja.

Leave a Comment