CIREBON – Hampir seluruh SMK baik Negeri maupun swasta di Kota Cirebon kesulitan menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pasalnya, komputer yang tersedia disekolah tidak proposional. Artinya, jumlah siswa lebih banyak dari pada komputer yang tersedia. Hal tersebut dialami oleh SMKN 2 Kota Cirebon, di mana untuk menanggulangi permasalah tersebut, pihak sekolah terpaksa menggunakan laptop milik siswa dan guru agar dapat melangsungkan UNBK.

“Para siswa lebih banyak menggunakan laptop ketimbang komputer saat melaksanakan UNBK,” kata Wakasek Kurikulum SMKN 2 Kota Cirebon, Wiwik Sismawati.

Wiwik menjelaskan, sebanyak 418 siswa SMKN 2 Kota Cirebon mengikuti UNBK. Karena keterbatasan komputer, UNBK dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama diikuti 140 siswa, kemudian Sesi kedua diikuti 140 siswa. Dan sesi ketiga, diikuti 138 siswa.

“Kalau untuk ruangan kami pakai 7 ruangan, 2 ruangan pakai lab komputer dan 5 ruangan lagi pakai ruang kelas,” jelas Wiwik.
Kemudian, lanjut Wiwik, ada 4 mata pelajaran yang harus dilalui oleh para siswa, yakni Bahasa Indonesia, Bahas Inggris, Matematika, dan Kejuraan.

Sementara itu, salah seorang pelajar, Popy mengaku, tidak kesulitan mengoperasikan dan menjawab pertanyaan yang muncul di layar komputer maupun laptop. Karena, sebelum menghadapi UNBK, dirinya sudah mengikuti beberapa kali simulasi.

“Alhamdulilah sejauh ini belum ada kendala apa-apa. Pas tadi ujian lancar-lancar aja,” kata Popi.

Seperti diketahui, dalam Surat Edaran (SE) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 1/2017 tentang pelaksnaaan UN tahun ajaran 2017. Di mana, sekolah yang memiliki minimal 20 unit komputer, wajib menyelenggarkan UNBK, terkecuali SLB. (fazri)

Leave a Comment